Jumat, 02 Januari 2015

Teknologi Motor Injeksi YMJET-FI


       Apakah YMJET-FI itu ?  YMJET – FI singkatan dari Yamaha Mixture JET-Fuel Injection adalah teknologi Fuel Injection yang yang dimiliki Yamaha Motor dalam mengembangkan teknologi motor injeksi. Teknologi injeksi YMJET-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection) sudah dipakai pada beberapa varian Yamaha sejak 2009. Yamaha Fiore jadi yang pertama, teknologi FI ini memiliki kelebihan dalam meningkatkan akselerasi dan tenaga mesin sangat baik, konsumsi bahan bakar lebih efisien dan emisi gas buang lebih ramah lingkungan. Teknologi FI yang dimiliki Yamaha telah diaplikasikan pada varian produk motornya salah satunya Sepeda Motor Bebek Injeksi Kencang dan Irit Jupiter Z1 dan Yamaha Mio J sebagai Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah. Teknologi FI ini membuat bahan bakar menjadi lebih hemat 30 persen. Dengan sistem ini bahan bakar yang disuplai disesuaikan dengan kebutuhan mesin, sehingga dapat menghemat bahan bakar. Teknologi FI menghasil emisi dan polusi rendah sehingga ramah lingkungan.

Sistem kerja teknologi FI sama seperti sistem tubuh manusia. Dimana terdapat ECU ( Electronic Control Unit) yang berfungsi seperti halnya otak manusia. ECU berfungsi meneruskan sinyal-sinyal yang dikirim oleh sensor-sensor. Dan pada akhirnya ECU memerintahkan injektor untuk menyemprotkan bensin pada mesin. Komponen lain pada ECU adalah fuel pump yang memiliki fungsi mensuplai bahan bakar dari tangki ke injektor dan menjaga tekanan bahan bakar agar sesuai persyaratan.

Cara Kerja YMJET -FI
  • Pada throttle bodinya, YMJET-FI dirancang memiliki dua katup butterfly. Upstream throttle body atau katup primer terletak di moncong throttle body yang dekat dengan filter udara, sedang downstream throttle body atau katup sekunder mengarah langsung ke intake manifold atau pada YMJET-FI disebut dengan main air passage.  
  • Kedua katup ini mulai bekerja ketika selongsong gas dibuka. Saat throttle terbuka kurang dari 10 persen maka hanya katup primer yang terbuka. Aliran udara yang masuk ke ruang bakar lewat selang air assist passage tanpa lewat intake manifold. Kondisi ini bertahan sampai putaran mesin 4.000 sampai 5.000 rpm.
  • Makin dalam putaran gas dibuka, maka katup sekunder akan mulai terbuka. Dalam kondisi ini aliran udara mulai masuk lewat intake manifold. Sedang kerja selang air assist passage secara perlahan benar-benar berhenti setelah selongsong gas dibuka penuh.
  • Pada putaran rendah, aliran udara sengaja dipaksa melewati selang air assist passage. Tentunya untuk mendapatkan asupan udara yang efisien. Tidak kebanyakan tapi memiliki tekanan yang lebih besar. 
  • Apalagi selang air assist passage juga mampu memberikan efek turbulensi dan didukung dengan fuel pump baru dengan tekanan lebih tinggi, mencapai 324 Kpa. Akhirnya kabut bahan bakar jadi lebih halus, pembakaran makin sempurna. Torsi jadi mantab tapi efisiensi bahan bakar didapat. Sehingga putaran bawah Mio J ini terasa lebih responsif. Putaran mesin tidak perlu terlalu tinggi untuk membuat skubek baru Yamaha ini melaju.
  • Efisiensi pada putaran rendah yang disasar Yamaha ini sesuai dengan cara berkendara normal sehari-hari. ""YMJET-FI sangat efektif di economic zone, yaitu di kecepatan 20 sampai 55 km/jam,Lalu pada generasi pertama YMJET-FI, posisi selang air assist passage. sejajar dengan injektor. Sedang pada generasi kedua posisinya sedikit digeser dan aliran udaranya ditabrakan ke dinding intake.
  • "Efeknya aliran turbulensi campuran bahan bakar yang tercipta menjadi lebih baik. Arah aliran dan kabut bahan bakar yang sangat halus menciptakan pembakaran yang lebih ideal


Langsam Diatur Idle Speed Control  
      Diatas dijelaskan kalau katup primer dan sekunder bekerja mengalirkan udara saat selongsong gas mulai diputar. Padahal saat langsam, kedua katup ini menutup, . maka pada kondisi seperti ini, aliran udara diatur oleh Idle Speed Control. 
      Udara dialirkan melalui selang air assist passage. Perangkat ini menjaga agar saat langsam, putaran mesin tidak lebih dan kurang dari 1.600 rpm. 
       Dengan teknologi YMJET-FI yang dimiliki Yamaha dapat membantu dalam mengurangi polusi, penghematan BBM dengan motor yang lebih irit bahan bakar serta menjadikan motor semakin irit dan awet

PERANGKAT UTAMA YMJET-FI

Kerja YMJET-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection) tentunya didukung oleh banyak komponen utama, yaitu : 
1.   Pompa Bensin (FUEL PUMP) 
     Pompa bensin Yamaha Mio J ini lebih kecil ketimbang versi sebelumnya. Keuntungannya kapasitas tangki bensin bisa lebih besar, kini mencapai 4,8 liter. Mengusung teknologi brushless, pompa ini memiliki tekanan lebih besar, yaitu mencapai 324 Kpa.  
 
2.   Fuel Injector 
     Lubang injector Mio J memang lebih sedikit bila dibandingkan V-ixion. Hanya ada empat, sedang V-ixion memiliki 6 lubang. Injector 4 lubang dan MAQ 

3.    MAQS, adalah singkatan dari Modulated Air Quantity Sensor. 
     Fungsinya menganalisa jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold. Didalamnya terdiri dari TPS (Throttle Position Sensor), IAPS (Intake Air Pressure Sensor) dan IATS (Intake Air Temperature Sensor).

4.   O2 Sensor 
     O2 sensor menjaga gas buang sisa pembakaran agar selalu ideal. Sensor akan membandingkan jumlah O2 dari sisa pembakaran dengan O2 udara luar. Pada Mio J, posisinya ada di lubang exhaust di kepala silinder.

5.   ISC 
     Idling Speed Control berfungsi menjaga langsam selalu dalam kondisi ideal. Ada di 1.600 rpm. Perangkat ini bekerja secara elektronik diatur oleh ECU (electronic control unit). Sebuah katup di atur buka-tutupnya oleh sebuah plunger yang bergerak dengan bantuan stepping motor.

6.   Crank Angle Sensor 
     Yang satu ini bertugas memberikan input timing pengapian berdasarkan posisi kruk as. 

7.   Engine Temperatur Sensor 
     Suhu mesin selalu dipantau lewat komponen ini. Tujuannya memberikan suplai bahan bakar yang sesuai dengan kondisi mesin. 

8.   ECU 
     Electronic control unit yang menjadi otak sistem injeksi dan pengapian pada Mio J sudah lebih cerdas. Di dalamnya ada memori internal dengan kapasitas 2 gigabytes yang bisa menyimpan kerusakan dan tindakan yang dilakukan setiap ada kerusakan.

9.   Lean Angle Sensor  
Sama seperti sistem injeksi Honda, komponen ini juga dihilangkan. Sebenarnya berfungsi untuk mematikan mesin saat motor terjatuh atau terlalu miring. Awalnya karena kekhawatiran ketika terjatuh, gas masih terus terbuka. Gantinya adalah bandul di ujung setang. Saat terjatuh, selongsong gas akan tertahan untuk tidak berputar. Jadi tetap aman.

ANTILOCK BRAKE SYSTEM PADA SEPEDA MOTOR




Prinsip dasar
Sensor kecepatan roda dipasang di roda depan dan belakang terus mengukur kecepatan rotasi setiap roda dan memberikan informasi ini ke Electronic Control Unit (ECU). ECU mendeteksi di satu sisi jika perlambatan satu roda berada di bawah ambang batas tetap dan di sisi lain apakah slip rem, dihitung berdasarkan informasi dari kedua roda, naik di atas persentase tertentu dan memasuki zona stabil. Ini adalah indikator untuk kemungkinan tinggi roda penguncian. Untuk penanggulangan penyimpangan ini ECU sinyal unit hidrolik untuk terus atau untuk melepaskan tekanan. Setelah sinyal menunjukkan kembali ke zona stabil, tekanan meningkat lagi. Model masa lalu menggunakan piston untuk mengontrol tekanan fluida. Model terbaru mengatur tekanan dengan cepat membuka dan menutup katup solenoid. Sedangkan prinsip dasar dan arsitektur telah dibawa dari ABS mobil penumpang, sepeda motor karakteristik khas harus dipertimbangkan selama proses pengembangan dan penerapan. Salah satu karakteristik adalah perubahan beban roda saat pengereman dinamis. Dibandingkan dengan mobil perubahan beban roda yang lebih drastis, yang dapat menyebabkan roda mengangkat dan jatuh di atas. Hal ini dapat ditingkatkan dengan suspensi yang lembut. Beberapa sistem dilengkapi dengan lift roda belakang off fungsi mitigasi. Bila indikator tumpangan belakang mungkin dari yang terdeteksi, sistem melepaskan tekanan rem pada roda depan untuk melawan perilaku ini. [7] Perbedaan lain adalah bahwa dalam kasus sepeda motor roda depan jauh lebih penting untuk stabilitas dari belakang roda. Jika roda depan terkunci antara 0,2-0.7s, kehilangan kekuatan gyrostatic dan sepeda motor mulai berosilasi karena meningkatnya pengaruh kekuatan sisi operasi pada garis kontak roda. Sepeda motor menjadi tidak stabil dan jatuh

Anti -lock Braking System ( ABS )
Sistem Piston melepaskan tekanan dalam Sistem ini diwujudkan melalui gerakan piston semi - dikencangkan . Ketika tekanan harus dibebaskan , linear motor menarik kembali piston plunger dan membuka lebih banyak ruang untuk fluida. Sistem ini digunakan misalnya dalam ABS I ( 1988) dan ABS II ( 1993) BMW . The ABS II berbeda dalam ukuran dan kopling gesekan dikontrol secara elektronik dipasang pada poros bukan pendorong . Sensor perpindahan lebih lanjut mencatat jarak tempuh piston untuk memungkinkan unit kontrol peraturan yang lebih tepat. Honda juga menggunakan sistem ini modulasi tekanan untuk Olahraga Big dan Touring Bikes.

Valve dan Sistem Pompa Bagian utama yang merupakan bagian dari sistem modulasi tekanan adalah solenoid katup inlet dan outlet, pompa , motorik dan akumulator / waduk . Jumlah katup berbeda dari model ke model karena fungsi tambahan dan jumlah saluran rem . Berdasarkan masukan dari ECU , koil mengoperasikan katup di - dan outlet. Selama rilis tekanan minyak rem disimpan dalam akumulator . Dalam pendekatan ini sistem terbuka cairan ini kemudian dibawa kembali di sirkuit rem melalui pompa dioperasikan oleh sebuah motor yang dirasakan melalui getaran pada tuas rem . [ 10 ]

Dikombinasikan Braking System ( CBS )
Berbeda dengan mobil , pesawat atau kereta api , di belakang sepeda motor dan roda depan dikendalikan secara terpisah . Jika pengendara hanya rem dengan roda depan atau belakang , roda mengerem cenderung untuk mengunci cepat seolah-olah kedua rem akan diterapkan . Sebuah Braking System Gabungan mendistribusikan kekuatan rem ke roda juga non - mengerem untuk menurunkan kemungkinan lock up , meningkatkan deselerasi dan mengurangi lapangan suspensi .
Pada CBS tunggal tekanan rem diterapkan pada rem belakang ( pedal ) secara simultan didistribusikan ke roda depan . Sebuah katup penundaan memotong tekanan hidrolik untuk memastikan bahwa hanya ketika pengereman kuat diterapkan , tekanan juga dibuat di roda depan . Honda diinstal yang Tunggal 
 CBS pertama pada GL1200 pada tahun 1982 . [ 11 ]
Pada model olahraga yang lebih besar dengan dua cakram depan Honda menginstal dual CBS System. Sistem ini pertama kali dipasang di CBR1000F pada tahun 1993 . Di sini , tekanan rem diterapkan di depan merupakan kontribusi untuk roda belakang dan sebaliknya . Jika tuas depan diterapkan , tekanan dibangun di 4 dari 6 pot di 2 kaliper di depan . Sebuah master silinder sekunder di roda depan mendistribusikan sisa tekanan ke roda belakang melalui katup kontrol proporsional dan bertindak pada 2 dari 3 kaliper . Jika gaya rem kuat diterapkan pada kekuatan roda belakang juga didistribusikan ke 2 dari 6 pot roda depan .

CBS dan ABS 
CBS membantu mengurangi bahaya kunci roda dan turun jatuh . Tapi dalam situasi tertentu ada kemungkinan bahwa CBS menyebabkan penurunan ke bawah. Jika tekanan rem didistribusikan dari roda belakang ke roda depan dan gesekan dari permukaan perubahan tiba-tiba ( genangan , es di jalan ) roda depan bisa mengunci meskipun demikian hanya rem belakang telah diterapkan . Hal ini akan menyebabkan hilangnya stabilitas dan jatuh ke bawah. Kemungkinan untuk menghindari hal ini adalah kombinasi dari CBS dan ABS pada sepeda motor . Pendekatan yang berbeda yang mungkin untuk mewujudkan kombinasi ini : Tanpa tekanan aktif Membangun Single Version : Sepertiga link saluran tambahan rangkaian roda belakang melalui katup penundaan rem depan . Pada manuver rem kuat pada hanya pada roda belakang atau kedua roda minyak rem didistribusikan ke kedua sirkuit rem tetapi melalui pengukuran tekanan kecepatan roda yang disesuaikan dengan kecepatan roda dan rem selip .
The versi dual menggabungkan Honda Ganda CBS dengan master silinder sekunder dan katup kontrol proporsional dengan Piston ABS, di mana modulator mengatur tekanan untuk setiap [ 11 ] Dengan Tekanan Aktif Membangun Pada tahun 2009 , Honda memperkenalkan ABS gabungan elektronik dikontrol untuk yang tinggi olahraga sepeda kinerja yang memanfaatkan rem oleh teknologi kawat . Input rem pengendara diukur dengan sensor tekanan dan informasi yang diberikan kepada ECU . Bersama dengan informasi dari sensor kecepatan roda ECU menghitung distribusi optimal tekanan untuk mencegah kemacetan dan memberikan yang terbaik perlambatan . Berdasarkan output ini motor untuk setiap roda mengoperasikan pompa yang membangun dan mengatur tekanan rem pada roda . Sistem ini menawarkan waktu reaksi tinggi karena rem fungsi kawat .
MIB ( Motorcycle sistem pengereman integral) dari Teves kontinental dan eCBS ( electronic CBS ) di motor ABS ditingkatkan dari Bosch adalah hasil pendekatan lain . Sistem ini didasarkan pada pompa dan pendekatan katup . Melalui katup tambahan , pompa kuat dan motor lebih kuat sistem dapat secara aktif membangun tekanan . Tekanan input pengendara diukur dengan sensor tekanan pada tuas dan pedal . Pompa dapat membangun tekanan tambahan untuk menyesuaikan dengan kondisi berkendara. Sistem terpisahkan parsial dirancang untuk bekerja dalam satu arah : depan belakang atau rear → → depan . Di sisi lain sistem sepenuhnya terpisahkan dapat bekerja di kedua cara : front → → belakang dan depan belakang .
Karena sistem ini dikontrol secara elektronik dan mampu membangun tekanan aktif , mereka menawarkan kesempatan untuk menyesuaikan perilaku pengereman sepeda motor untuk pengendara . CBS dan ABS dapat diaktifkan dari oleh pengendara berpengalaman dan juga mode regulasi yang berbeda dengan ambang batas tinggi dan lebih rendah dapat dipilih . Seperti hujan atau modus apik di BMW S1000RR

Senin, 29 Desember 2014

JOBSHEET PRAKTEK KOMPETENSI KEJURUAN TEKNIK SEPEDA MOTOR

            Jobsheet merupakan lembaran kerja yang harus dilaksanakan siswa didalam melaksanakan praktek kerja di bengkel ataupun workshop. jobsheet berisi perintah dan langkah - langkah kerja yang harus dilaksanakan siswa sewaktu melakukan suatu praktek di bengkel terutama di bengkel teknik sepeda motor.


           Pendidikan merupakan suatu hubungan yang terjadi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa). Melalui pendidikan siswa dipersiapkan menjadi manusia yang cerdas dan berguna bagi nusa dan bangsa, serta diharapkan dapat mengembangkan potensinya untuk menjadi lebih baik. Dalam upaya menumbuhkan, memajukan, serta mencerdaskan kehidupan bangsa penyelenggaraan dan pelaksanaan proses pendidikan harus terus ditingkatkan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu dari penyelenggara pendidikan. Sekolah Menengah Kejuruan sebagai salah satu lembaga pendidikan kejuruan memiliki tugas untuk mempersiapkan peserta didiknya untuk dapat bekerja pada bidang-bidang tertentu. Dalam proses pembelajarannya, SMK dilengkapi dengan ilmu pengetahuan secara teori dan membekali peserta didik melalui praktik sehingga dalam perkembangannya SMK dituntut harus mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat berakselerasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu dari penyelenggara pendidikan. Sekolah Menengah Kejuruan sebagai pencetak tenaga kerja yang siap pakai harus membekali peserta didiknya dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kompetensi program keahlian mereka masing-masing.
             Seiring dengan tujuan SMK dalam mewujudkan tujuan nasional, masih banyak masalah yang dihadapi, salah satunya adalah masalah efektifitas pendidikan. Masalah efektifitas pendidikan adalah masalah yang berkenaan dengan hubungan antara hasil pendidikan dengan tujuan atau sasaran pendidikan yang diharapkan. Meskipun demikian, telah diusahakan berbagai upaya dalam mengatasi masalah tersebut yang mencakup semua komponen pendidikan meliputi pembaharuan kurikulum, proses belajar mengajar, peningkatan kualitas guru, pengadaan buku pengajaran, sarana belajar, penyempurnaan sistem penilaian, dan usaha-usaha yang berkenaan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya dengan mengimplementasikan kurikulum.
              Lulusan SMK yang berkualitas dapat diketahui melalui penguasaan kemampuan kerja (kompetensi),yang meliputi penguasaan ilmu pengetahuan,sikap, dan keterampilan. Pemilihan media pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan dari pembelajaran, materi pembelajaran, kemampuan guru, karakteristik siswa.
               Untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan siswa dalam sebuah kompetensi perlu adanya penggunaan media pembelajaran agar dapat menambah motivasi belajar siswa terhadap materi pembelajaran dapat lebih meningkat. Media yamg cukup tepat digunakan dalam pembelajaran ini adalah Job Sheet.
              Job Sheet adalah lembar kerja atau lembar kegiatan yang berisi informasi atau perintah atau petunjuk mengerjakannya. Pembelajaran berupa Job Sheet dapat mendorong siswa untuk mengolah sendiri bahan pelajaran bersama teman dalam suatu bentuk diskusi. Selain itu, Job Sheet memberi kesempatan penuh kepada siswa untuk mengungkapkan kemampuan dan ketrampilan serta mendorong dan membimbing siswa berbuat sendiri untuk mengembangkan proses berfikirnya, karena selama proses pembelajaran berlangsung, aktifitas lebih banyak dilakukan oleh siswa sedangkan guru sebagai fasilitator dan pembimbing.
 

berikut ini beberapa jobsheet yang digunakan pada praktek di bengkel sepeda motor SMK Muhammadiyah 8 Medan
 Lembar Kerja Praktek (Jobsheet Sheet) Teknik Dasar pengelasan

Rabu, 10 Desember 2014

MENGENAL TEKNOLOGI BLUE CORE PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA



Di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMoS) 2014 lalu, Yamaha mengumumkan bahwa mereka memiliki teknologi baru yang diberi nama Blue Core. Teknologi ini disebut-sebut akan diterapkan pada semua tipe Yamaha yang dijual di Indonesia.
Satu tipe yang sudah dikonfirmasi akan menggunakan teknologi ini adalah Mio 125 Blue Core, rencananya diluncurkan akhir November mendatang. Sebenarnya, apa itu Blue Core dan bagaimana teknologi ini bisa membuat motor menjadi lebih irit hingga 50 persen?
Menurut berita yang dilansir dari situ Overdrive.in, Blue Core sebenarnya adalah konsep perancangan mesin dan sasis yang sudah dilakukan Yamaha sejak dua tahun lalu. Tujuan utama konsep ini adalah untuk memaksimalkan energi yang dihasilkan mesin.

Berdasarkan fakta, dari 100 persen energi yang dihasilkan oleh pembakaran mesin tidak semuanya bisa disalurkan ke roda belakang. Energi ini banyak terbuang menjadi bentuk panas dan gesekan. Inilah yang berusaha dioptimalkan oleh pihak Yamaha dengan teknologi Blue Core.
Ada tiga kunci utama teknologi Blue Core, yakni membuat bobot menjadi lebih ringan, pelepasan panas lebih baik dan mengoptimalkan pembakaran. Bobot motor bisa lebih ringan dengan cara mengubah desain sasis dan mengganti komponen mesin dengan bahan yang lebih ringan.
Pada beberapa tipe motor, kapasitas mesin bahkan sedikit turun untuk mengurangi gesekan yang terjadi saat piston bekerja naik-turun. Meski kapasitas mesin dikurangi sedikit, namun karena gesekannya berkurang maka tenaga yang dihasilkan bisa saja tidak berubah, malah mungkin justru meningkat.
Pembakaran juga dibuat lebih sempurna dengan mengubah desain katup dan injektor bahan bakar. Dengan pembakaran yang mendekati sempurna emisi gas buang yang dihasilkan juga semakin sedikit, sehingga lebih ramah ke lingkungan.

Terakhir, agar panas mesin dapat dilepas dengan cepat maka Yamaha mendesain sirip pelepas panas lebih banyak dan rapat. Selain itu, sistem pendinginan mesin yang menggunakan oli dan air juga makin disempurnakan agar energi yang dihasilkan mesin tidak banyak terbuang menjadi energi panas.
kelebihan mesin dengan teknologi blue core :
  1. Meningkatkan efisiensi diruang bakar (increasing combustion efficiency), Proses pembakaran disempurnakan sehingga bahan bakar lebih hemat, stabil dan efisien. Selain itu performa juga meningkat…..dengan perangkat-perangkat pendukungnya didapat dari menjaga suhu mesin lebih stabil…sistem rendah gesekan yang mengurangi kehilangan tenaga berlebih. Kisi-kisi silinder lebih rapat dan tipis serta oil jet piston cooler yang berfungsi melepas suhu panas di ruang bakar. Dikombinasikan dengan teknologi khas Yamaha berupa DiASil Cylinder dan forged piston yang diklaim 3 kali lebih awet dari silinder dan piston konvensional, 3 kali lebih kuat karena terbuat dari alumunium dan silikon dan 3 kali lebih ringan dari besi.
  1. Mereduksi kehilangan tenaga mulai dari piston dan seluruh komponen pendukung, Penyempurnaan meliputi bagian pengaturan katup dan bentuk komponen serta membuat ruang bakar lebih kompak. Alhasil blue core engine diklaim lebih minim gesekan didinding silinder, noise & vibrasi jauh berkurang dan output power terdongkrak
  1. Membuat supply bahan bakar terkontrol dan presisi